RILIS Audensi Aliansi Peduli UKT bersama Kemenristekdikti

20482373_578488605873969_2547946244060217344_n
RELEASE AKSI BESAR-BESARAN : KAMIS PERLAWANAN
August 3, 2017
DSCF3636

Jakarta, 15 Agustus 2017 Bertempat di Gedung Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah berlangsung Audiensi terkait Polemik Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester 9 yang ada di Universitas Sriwijaya.

Adapun perwakilan dari pihak Aliansi Peduli UKT di wakilkan Oleh :
- Rahmat Farizal (Presiden Mahasiswa Unsri)
- Dedi Satria (Menteri Politik dan Propaganda)
- Ilham Novriadi (Menteri Kominfo)

Dari pihak Rektorat Unsri yang hadiri :
- Mukhtaruddin, S.E., Ak., M.Si. (Wakil Rektor 2)
- Dr. dr. Mohammad Zulkarnain, M.Med.Sc. (Wakil Rektor 3)
- Dr. Febrian, SH., MS
(Dekan FH)
- Prof. Dr. Kgs. Muhammad Sobri, M.Sc
(Dekan Fisip)

Perwakilan dari KemenRistek Dikti :
- Prof. Intan Ahmad Musmeinan, Ph.D (Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan)
- Didin wahidin (Direktur kemahasiswaan)
- Eri Ricardo Nursal (Kepala Biro Perencanaan)
- Mahmudin (Kepala Bagian Perencanaan Program dan Anggaran)

Sedangkan dari DPRD SUMSEL berjumlah 22 orang terdiri dari 16 anggota Dewan dan 6 staff.

Dalam Audiensi Hari ini di dapatkan beberapa poin penting yang di rangkum sebagai berikut :

1. Dalam pertemuan tersebut Dikti menegaskan bahwa berdasarkan Pasal 5 Permenristekdikti No 39 Tahun 2017, penurunan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) dapat diberlakukan kepada seluruh mahasiswa yang masuk dari semua jalur seleksi baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN maupun USM. Penurunan UKT ini dilakukan dengan syarat adanya pengajuan keberatan dari mahasiswa yang bersangkutan, dan keberatan tersebut diajukan ke rektorat.

2. Terkait dengan adanya Surat Keputusan (SK) rektor dibeberapa universitas seperti : UNJ, UB dan UNILA, yang isinya mengenai kebijakan penurunan UKT secara massal terhadap mahasiswa yang masa kuliahnya telah melampaui VIII semester, Sikap kemenristekdikti sepenuhnya menyerahkan kewenangan dan kebijakan penurunan UKT tersebut kepada rektor di universitas masing-masing. Layaknya Beberapa Universitas di atas yang telah melakukan Penurunan UKT Semester 9. lalu kemudian rektor melaporkan perubahan tersebut ke kemenristekdikti. artinya kemenristekdikti sifatnya hanya menerima laporan atas adanya perubahan terhadap kebijakan UKT tersebut. Hal ini menjadi jawaban atas beberapa pernyataan yg menyatakan bahwa rektor tidak punya wewenang melakukan penurunan UKT dll. Rekan-rekan Mahasiswa tentu bisa menelaah bahwa yang kita perjuangakan dan kita tuntut sejauh ini telah berada pada track yang benar.

3. Di akhir Audiensi, kami mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli UKT menyerahkan Lembar Evaluasi kepada pihak kemenristekdikti atas keberlakuan UKT yang diterapkan di Unsri selama 4 tahun ini. Hal tersebut kami lakukan dengan harapan agar kiranya semua pihak yang terlibat dalam penentuan kebijakan pemberlakukan UKT tersebut dapat megevaluasi sistem UKT secara komperhensif di seluruh Indonesia dan menjadikan ini sebagai momentum untuk mengambil kebijakan yang tepat sasaran, kebijakan yang pro kepada mahasiwa yang kurang mampu dan melakukan revisi atas aturan2 yang berkaitan dengan UKT yang memberatkan mahasiswa selama ini.

Melihat dari apa yang dihasilkan melalui mediasi hari ini, tentunya kami mahasiswa yang tergabung dalam aliansi peduli UKT sangat merasa kecewa karna aspirasi yang kami sampaikan terkait dengan penurunan UKT bagi mahasiswa semester VIII di Universitas Sriwijaya secara massal tidak terakomodir dengan baik. kami hanya ingin melihat anak2 negeri yang tidak memiliki kemampuan secara financial bisa menikmati pendidikan, serta menghilangkan diskriminasi dan swastanisasi dunia pendidikan yang biayanya semakin tidak terjangkau.

Dengan adanya polemik yang sedang terjadi ini, besar harapan utamanya adalah adanya kebijaksanaan yang diberikan pihak rektorat selaku pemangku kebijakan tertinggi di universitas untuk dapat mengambil kebijakan penurunan terhadap UKT tersebut, mengingat apa yang kami sampaikan merupakan aspirasi sebagian besar mahasiwa di universitas sriwijaya yang mengalami kendala dalam memenuhi biaya pendidikan.

Apapun hasil perjuangan kita hari ini, yang pasti kita sudah memaksimalkan semua potensi yang kita miliki, dengan segala upaya yang ada, dimulai dari audiensi sebanyak empat kali, Aksi damai sebanyak tiga kali, aksi Besar-besaran di Kampus dan Di Kantor DPRD Sumsel, beraudiensi bersama DPRD PROVINSI sumatera selatan, hingga ke Kemenristekdikti hari ini.

Kami mohon maaf kepada semua mahasiswa unsri terutama mahasiswa semester VIII atas apa yang dihasilkan dalam pertemuan mediasi hari ini belum sesuai dengan apa yang kita semua diharapkan.

“Harapan itu harus tetap tumbuh, karena itulah hari ini kita masih bisa berjuang menuntut, mengkritis, memberikan saran, meluruskan segala apa yang kita anggap tidak sesuai dan perlu dibenahi”

kalau bukan kita, siapa lagi…kalau tidak sekarang, kapan lagi…

Tetap Semangat…
Hidup mahasiswa…

Ttd,
Aliansi Peduli UKT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>