Panitia pusat temukan dugaan joki SBMPTN di Unsri Palembang

Aku SriwijayaCategory: QuestionsPanitia pusat temukan dugaan joki SBMPTN di Unsri Palembang
Admin asked 2 months ago

Panitia pusat temukan ada sangkaan joki dalam Seleksi Dengan Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) th. 2018 di Palembang. Temuan ini tengah diselidiki dikarenakan masalah sama sempat berlangsung tiga th. kemarin.

Ketua Panitia Lokal SBMPTN Kampus Sriwijaya (Unsri) Palembang, Zainuddin Nawawi mengungkap, hal tersebut diketemukan dalam kunjungan panitia pusat kala SBMPTN di Unsri Palembang, Selasa (8/5). Dari hasil pengecekan, ada tiga orang yang tercatat jadi peserta namun tdk ada di lokasi. Mereka diduga mahasiswa tingkat akhir yang sediakan layanan jadi joki supaya peserta lulus ujian.

” Ya itu dari hasil pantauan panitia pusat. Dikira mereka yaitu joki, tapi ini baru sangkaan, masih tetap diselidiki. Bisa saja mereka tdk datang dikarenakan takut dicek, kurang calak (cerdas) dari panitia, ” ungkap Zainuddin kala dihubungi merdeka. com, Selasa (8/5).

Menurut dia, sangkaan itu dapat benar sebab tiga th. lantas, masalah itu sempat berlangsung. Saat itu, seseorang mahasiswa Unsri ditemui jadi joki SBMPTN.

Ketika itu, yang berkaitan mendaftar menjadi peserta serta duduk berdampingan live streaming net tv dengan peserta yang memakai jasanya. Mahasiswa itu menjawab masalah di lembar jawaban punya peserta dengan maksud dapat lulus.

” Dari pengakuannya, dia diupah Rp 6 juta. Langsung kita berhentikan menjadi mahasiswa, sedang peserta yang memakai jasanya kita nyatakan gugur, tdk lulus, ” tangkisnya.

Dikatakannya, tiga orang terduga joki itu sekarang ini tetap dalam penyelidikan. Jika bisa di buktikan, yang berkaitan juga akan diberi sangsi tegas dikarenakan menyalahi peraturan.

” Masih tetap kita lacak, kita saksikan dahulu data yang ada, ” kata dia.

Dia memberikan, SBMPTN di Palembang hari ini dibarengi 22. 205 peserta serta akhirnya juga akan diumumkan pada 3 Juli 2018 yang akan datang. ” Kami pingin SBMPTN di Palembang jalan teratur serta terbuka, tak ada tingkah oknum-oknum dengan beragam modus agar di terima di perguruan tinggi negeri, ” ujarnya.